masukkan script iklan disini
![]() |
| Foto-foto Delis semasa hidup. (dok./detiknews) |
Jjnews.co.id - Misteri penyebab
kematian Delis Sulistina (13) siswi kelas VII SMPN 6 Tasikmalaya yang ditemukan
di gorong-gorong depan sekolahnya terungkap. Polisi menyebut kematian Delis
karena tindak pidana. Kuat dugaan Delis adalah korban pembunuhan.
Namun polisi belum mengungkap pelaku pembunuhan
dan motif atas tindakan biadab tersebut. Polisi mengaku telah mengantongi
tersangka dalam kasus kematian Delis tersebut.
Dari hasil serangkaian
pemeriksaan yang dilakukan oleh Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota, pemeriksaan
9 saksi dan olah tempat penemuan mayat. Polisi sudah bisa membuat garis merah
kasus kematian Delis. Dugaan kuat Delis adalah korban pembunuhan. Polisi menyebut
sudah mengarah kepada pelaku atau tersangka.
"Dari hasil
pemeriksaan saksi saksi, kemudian temuan di TKP (Tempat kejadian perkara),
kira-kira kita sudah bisa membuat garis merah, artinya sudah ada
kesesuaian-kesesuaian yang menuju ke arah pelaku atau tersangka," ujar
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Anom Karibianto kepada wartawan.
Kapolres menyebut hasil
autopsi mayat Delis yang dilakukan oleh dokter forensik sudah keluar. Namun
hasilnya itu untuk kepentingan penyidik.
"Untuk hasil dari autopsi
sudah keluar, memang bukan konsumsi masyarakat, tapi untuk kepentingan
penyidik. Tapi hasil itu sesuai apa yang telah kita periksa saksi dan TKP,
artinya bersesuaian," tutur Anom.
Anom menyatakan dalam
waktu dekat akan segera mengungkap kasus kematian Delis yang ditemukan tewas di
gorong-gorong depan SMPN 6 Tasikmalaya, Jalan Cilembang, Kota Tasikmalaya, Jawa
Barat.
"Insyaallah dalam
waktu dekat kita akan rilis ungkap kasus ini. Sudah pasti karena tindak pidana.
Kita sudah menemukan titik terang," tuturnya.
Sebelumnya, Orang tua
menilai kematian Delis tidak wajar atau menduga menjadi korban pembunuhan. Ibu
korban, Wati Candrawati, mengatakan kecurigaan itu muncul ketika anaknya
ditemukan tewas di dalam gorong-gorong depan sekolahnya. Menurut Wati, tubuh
anaknya tak mungkin masuk karena diameter gorong-gorong sekitar 40 sentimeter.
"Ya dicurigai
korban pembunuhan. Tidak masuk akal, kalau misalkan kebawa air tidak mungkin
bisa masuk gorong-gorong. Itu sepertinya dimasukkan ke dalam," ujar Wati
saat ditemui di rumahnya di Kota Tasikmalaya.(SINT)
