masukkan script iklan disini
![]() |
| Ilustrasi Sampah. (dok./Liputan6.com) |
Jjnews.co.id - Komunitas Nol Sampah menilai Kota Surabaya, Jawa Timur membutuhkan Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang pembatasan plastik sekali pakai.
"Kami berharap Pemkot Surabaya segera
mengeluarkan Perwali tentang pembatasan pemakaian plastik sekali pakai,"
kata Koordinator Nol Sampah Wawan Some saat kampanye diet plastik dalam rangka
Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).
Kampanye diet plastik tersebut melibatkan 75 orang
dari Bonek Garis Hijau, siswa SMP 18, SMP SAIMS dan the body shop community.
Mereka melakukan kampanye dengan cara merampok tas kresek pengunjung CFD atau
taman Bungkul dan ditukar dengan tas kain yang bisa dipakai berulang kali.
Menurut Wawan, selama proses penukaran akan ada
edukasi dari relawan tentang mengapa harus diet tas kresek. Tentang tas kresek
yang menyangkut bahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia.
"Harapannya ini akan membiasakan warga Surabaya
untuk memakai tas yang bisa dipakai berulang kali," ujarnya.
Menurut dia, sampah plastik dari tahun ke tahun terus
meningkat. Dari 67 juta ton sampah yang dihasilkan pendudukan Indonesia per
tahun, 5,4 juta ton adalah plastik. Sumber plastik
beragam, tapi satu fakta menyebutkan sekitar 43,4 persen dari plastik di
Indonesia dipergunakan sebagai kemasan.
Sampah Plastik
Surabaya Capai 400 Ton Per Hari
Setiap orang di Indonesia, kata dia, membuang 700 sampah tas kresek per
tahun (greeneration Indonesia, 2010). Selain itu, satu fakta lagi, konsumsi Air
Minum Dalam Kemasan (AMDK) terus meningkat 10 persen per tahun.
Satu liter AMDK membutuhkan sekitar 38 gram plastik
PET dan 2 gram plastik HDPE untuk tutupnya. Konsumsi AMDK tahun 2013 sekitar
23,1 miliar liter berarti butuh sekitar 850.000 ton plastik.
Kota Surabaya dengan penduduk mencapai 3,1 juta jiwa
sampah plastik dari tahun ke tahun terus meningkat. Hasil penelitian Yulinah
Trihadiningrum (2012) menyebut sampah permukiman di Surabaya sejak 1988 hingga
2010 terjadi peningkatan jumlah sampah plastik sebanyak dua kali lipat selama
dua dekade.
Sehari sampah plastik di Surabaya mencapai 400 ton per
hari. Dengan jumlah penduduk 3 juta jiwa maka jumlah tas kresek yang dibuang di
Surabaya mencapai 2,1 miliar. Kurang dari 15 persen yang bisa didaur ulang dan
sisanya menumpuk di TPA Benowo, atau dibuang ke lahan kosong dan masuk ke
sungai lalu bermuara di laut.(SINT)
