-->

Iklan Atas JJNEWS - The Largest & Trusted News Feed

Aksi Stop Bullyng
4/ 5 stars - "Aksi Stop Bullyng" Aksi Stop Bullying. (dok./merdeka.com) Jjnews.co.id - Cerita perundungan, perisakan, atau bullying, di dunia pendidikan Indonesia ma...

Aksi Stop Bullyng


masukkan script iklan disini
Aksi Stop Bullying.(dok./merdeka.com)


Jjnews.co.id - Cerita perundungan, perisakan, atau bullying, di dunia pendidikan Indonesia masih saja terjadi. Kasus paling anyar dialami siswi SMP Muhammadiyah, Purworejo, Jawa Tengah.

Anak-anak dipandang perlu dididik dalam mengembangkan kemampuannya berkomunikasi dan mengekspresikan diri kepada teman sebaya. Agaphe Martha, seorang pengajar di Taman Kanak-kanak Wander n Wonder School, menerangkan bahwa selain lingkungan dan keluarga, bullying pada anak seperti yang yang videonya beredar di media sosial merupakan cerminan dari minimnya pendidikan komunikasi sosial terhadap anak di usia dini.
Sebagai pengajar di jenjang pendidikan awal, Martha menilai jumlah korban bully bisa saja berkurang jika anak memiliki pondasi komunikasi yang baik dalam bersosialisasi. Untuk itu, ia mengajarkan anak muridnya untuk berani mengekspresikan perasaan dan gagasan mereka terhadap teman sebayanya.
Anak-anak di sekolahnya juga diajarkan menyelesaikan masalah dengan cara mereka masing-masing, sambil melibatkan guru. Meskipun terdengar berat, namun menurut Martha, anak di usia dini sangat perlu diajarkan tentang menyelesaikan masalah atau situasi tidak menyenangkan. Sebab, kendati anak terlihat tidak merasa tertekan di sekolah, bukan berarti perisakan tidak memiliki dampak.
"Di sekolah, guru harus jeli terhadap bullying. Kalau ada anak yang merasa tidak nyaman harus diperhatikan sudah seberapa sering aksi (bully) itu diterima anak? Karena setiap anak berbeda-beda reaksinya. Sekalipun dia ngadu ke teacher tetap saja sampai rumah ada anak yang nangis karena mendapat keadaan seperti itu. 
Makanya, guru di sekolah juga punya tugas membekali anak-anak buat belajar komunikasi supaya anak yakin bahwa dia bisa menangani situasi sosial," terangnya.
Selama lima tahun Martha mengajar, pembekalan yang disampaikan ke muridnya adalah keberanian menyampaikan emosi dan gagasan. Dua hal itu menurutnya menjadi pondasi dasar untuk mencegah anak menjadi korban bullying.
"Anak perlu diajarkan untuk berani bilang setop jika dia merasa tidak nyaman, dan menumbuhkan rasa it's not my problem but yours. Kenapa? Karena anak itu tidak bereaksi karena merasa dia salah makanya dia alami bully, padahal orang yang melakukannya yang bermasalah. Kalau ini terus dibiarkan, bully bisa menjadi satu kebiasaan," jelas Martha.

Penanganan Serius untuk Korban Perundungan

Annida, seorang guru bimbingan konseling di sekolah swasta di Bekasi, mengatakan jika korban bully tidak mendapatkan penanganan secara intensif, akan sulit memulihkan dampaknya.
Saat memasuki jenjang pendidikan menengah pertama (SMP), emosi siswa tersebut tak terbendung akibat tak tahan dengan bullying dari teman-teman sebayanya. Dia sering kali membanting pintu hingga rusak dan kejadian seperti itu terus berulang.
Setelah mengetahui pokok permasalahan, pihaknya segera melakukan penanganan secara bertahap dan melakukan pemantauan secara intens.Dalam pengamatannya selama proses mengajar berlangsung, siswa sasaran bully adalah orang dengan karakter pasif dan pendiam.

Kenapa Ada Bullying?

Pemicu adanya pelaku bully dan korban bullyPsikolog Aurora Lumban Toruan coba menjabarkan secara menyeluruh apa itu bully. Menurutnya, ada empat bentuk perundungan, yakni verbal, fisik, emosional, dan terbaru secara siber.
Pemicu bullying berbagai faktor. Di antaranya faktor lingkungan, keluarga, dan pengalaman masa lalu. Menurut Aurora, tidak sedikit pelaku bullying merupakan korban bullying di masa sebelumnya.
mengalami ketidaknyamanan, juga ketika ada situasi di mana dia bisa menunjukkan kemampuan atau dia ingin mendapat pengakuan jadinya dia melakukan bullying itu. Nah kepada siapa? Kepada anak-anak yang lebih lemah," kata AuroraLemah yang dimaksud Aurora adalah anak yang tidak menunjukkan sikap mereka apakah menerima satu tindakan yang menyakiti fisik atau perasaan. 
Karakter ini kemudian dimanfaatkan pelaku bullying yang rata-rata berkarakter agresif dan impulsif. Yang perlu diperhatikan juga adanya potensi korban bully menjadi pelaku bullying.


Jelan Tengah Selesaikan Kasus Bullying

Memulihkan psikis korban bullying tidak ada batas waktunya. Menurut Aurora, pendiri konsultan Keara, hal terpenting yang harus diperhatikan adalah guru perlu meyakinkan korban bully bahwa dirinya berhak mendapat perlakuan yang baik.
Sementara itu, menjatuhkan hukuman terhadap pelaku bullying tidak semata-mata diartikan menghilangkan hak anak. Namun dari sisi psikologis, pelaku bully juga harus mengetahui konsekuensi atas tindakannya.

Peradilan Anak

Di indonesia, peradilan anak sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Proses peradilannya berbeda dengan peradilan orang dewasa. Hal mendasar yang menjadi pembeda adalah peradilan anak tidak ada kata terdakwa melainkan pelaku kenakalan anak.
Dalam Undang-Undang SPPA juga lebih menekankan proses diversi. Yaitu sebuah proses seperti mediasi antara pelaku kenakalan dengan korban. Diversi wajib dilakukan terhadap pelaku kenakalan anak yang terancam hukuman di bawah 7 tahun penjara.
Proses diversi melibatkan polisi, penuntut umum, tokoh agama, dan keluarga korban. Dalam proses itu pihak terkait berusaha mencari jalan tengah sebagaimana kenakalan tidak terjadi.

Selain diversi, ada juga tahapan kaukus, yakni proses pendalaman lebih lanjut mengenai apa yang menimpa korban. Jika proses diversi tidak berhasil dilakukan, maka proses peradilan akan terus berjalan.Sebaliknya, peradilan akan terhenti jika seluruh pihak mencapai kesepakatan. Proses persidangan anak juga dilakukan secara tertutup.(SINT)
masukkan script iklan disini

Yang Baru JJNEWS - The Largest & Trusted News Feed

Lihat semua

Populer Minggu ini JJNEWS - The Largest & Trusted News Feed