masukkan script iklan disini
JJNews.co.id, JOMBANG – Baru dua bulan
diperbaiki, fasilitas ruangan di Puskesmas Kesamben, kembali rusak. Tiba-tiba
saja, sebuah plafon berukuran 4 x 3 meter persegi di ruang rawat inap 1 Puskesmas
Kesamben ambrol. Beruntung seluruh pasien sudah dipindahkan ke ruangan lainnya.
Kerusakan di ruang rawat inap 1 berupa jebolnya plafon sekitar 4 x
3 meter persegi. Material plafon berbahan eternit yang ambrol nampak berserakan
di lantai ruangan. Sejumlah bed pasien yang nampak kosong berada di sisi kanan
ruangan.
Saat dikonfirmasi,Kepala
Puskesmas Kesamben Meridian Geodesi mengungkapkan, kronologi jebolnya plafon
ruang rawat inap 1 terjadi pada Kamis (13/2). Beruntung saat plafon ambrol,
pihaknya sudah lebih dulu memindahkan pasien ke ruang rawat inap 2 di sebelah
timur.
“Kami melihat ada risiko ambruk, makanya ruangan rawat inap 1
sudah lebih dulu kami kosongkan," kata Meridian, kepada wartawan di
lokasi, Senin (17/2/2020).
Ditanya soal
penyebab pasti kejadian tersebut, Meridian belum dapat memastikan. Namun, dia menduga
plafon menjadi lapuk setelah terkena rembesan air hujan dari lantai 2.
Untuk diketahui, beberapa ruangan Puskesmas Kesamben baru selesai
direhap pada Desember 2019 lalu. Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang menghabiskan
Rp 3 miliar untuk rehap gedung Puskesmas Kesamben. Pekerjaan itu dilaksanakan
rekanan pemenang lelang PT Wiratama Graha Rahaja dari Surabaya.
"Gedung ini masih masa pemeliharaan. Kami sudah koordinasi
dengan rekanan dan Dinas Kesehatan. Dijanjikan rehap secepatnya,"
terangnya.
Sambil
menunggu proses perbaikan selesai, kata Meridian, pihaknya memindahkan para
pasien ke ruang rawat inap 2 di Puskesmas Kesamben. Ruangan ini dimaksimalkan
untuk menampung 5-6 pasien sekaligus.
Jika pasien
membludak, tentunya ruang rawat inap 2 tidak akan mampu menerima pasien. Namun
Meridian mengklaim rata-rata pasien yang dirawat inap hanya 5-6 orang.
"Sejauh
ini pelayanan aman, lancar tidak ada yang terganggu. Rata-rata pasien kami
rawat inap 5-6 orang," tandasnya. (*)

