masukkan script iklan disini
![]() |
| Trisno dibawa saat dihadirkan dalam rilis (dok./Liputan6.com) |
Jjnews.co.id - Kakak beradik Trisno Sutejo (19) dan IS (17) ditetapkan sebagai
tersangka pembunuhan Ardio Wilian Oktaviano alias Dio (13), warga Desa Ketemasdungus, Kecamatan Puri, Mojokerto.
Dua bersaudara asal Dusun Sangkan, Desa Ketemasdungus itu tega menghabisi
korban karena dendam.
"Motifnya
dendam karena adik pelaku atas nama SS pernah dipukul korban di sekolah pada 26
Januari 2020," kata Kapolres Mojokerto Kota AKBP Bogiek Sugiyarto saat
jumpa pers di kantornya, Jalan Bhayangkara, Rabu 26 febuary.
Bogiek menjelaskan, Dio merupakan teman satu sekolah SS di SDN
Ketemasdungus, Kecamatan Puri. Korban duduk di bangku kelas IV SD tersebut.
Kedua
tersangka maupun korban tinggal satu kampung, yaitu di Desa Ketemasdungus.
Hanya saja korban di Dusun Ketemas, sedangkan tersangka di Dusun Sangkan.
Kendati begitu, mereka sudah saling mengenal.
Sejauh ini tersangka melakukannya tanpa pengaruh miras. Murni
dendam," terang Bogiek. Sementara
terkait pemukulan
Dio terhadap adik kedua tersangka, menurut Bogiek, dipicu
gesekan antar anak sekolah. Bogiek menyebut korban juga sempat melakukan
perundungan terhadap SS.
"Korban
dengan SS satu sekolahan, mungkin ada gesekan akhirnya dipukul. Informasinya
juga ada bully sehingga kakaknya tidak terima," tandasnya.
Untuk
melampiaskan dendamnya terhadap Dio, Trisno dan IS membunuh korban pada Rabu
(29/1) sekitar pukul 23.10 WIB. Kakak adik itu membawa korban ke Jembatan
Gumul, petak 31 hutan Desa/Kecamatan Kemlagi, Mojokerto.
Trisno yang kini duduk di bangku kelas XI SMA mencekik leher
korban dan membenturkan kepalanya ke pembatas jembatan. Selanjutnya dibantu
adik kandungnya, IS, dia membuang mayat Dio ke sungai tepat di bawah Jembatan
Gumul.
Mayat Dio baru ditemukan pengguna
jalan keesokan harinya, Kamis (30/1) sekitar pukul 06.00 WIB. Korban tengkurap
di dasar sungai yang sedang dangkal. Separuh kepala siswa kelas IV SDN
Ketemasdungus ini menancap di lumpur.
Tubuh bocah
yang usianya belum genap 13 tahun itu ditemukan sekitar 5 meter di bawah
jembatan Desa/Kecamatan Kemlagi. Jembatan ini berada di jalan tengah hutan yang
menghubungkan Mojokerto dengan Lamongan. Saat ditemukan, korban masih memakai
baju koko warna gelap dan celana pendek motif polkadot warna abu-abu gelap.(SINT)
